Rektor Unesa: Penutupan prodi perlu kajian mendalam

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Surabaya (ANTARA) - Rektor Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Prof Nurhasan menilai rencana penutupan program studi (prodi) oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) memerlukan kajian mendalam karena setiap prodi memiliki kondisi berbeda.

"Perlu kajian, karena prodi-prodi itu ada yang sudah link dengan industri, ada yang tidak. Jadi, masih perlu kajian untuk mendiskusikan terkait dengan wacana itu," katanya di Surabaya, Rabu.

Nurhasan menjelaskan sebagian prodi telah terhubung dengan kebutuhan industri, sementara lainnya belum sepenuhnya relevan dengan perkembangan dunia kerja saat ini.

Ia menambahkan, evaluasi prodi di internal Unesa terus dilakukan secara berkala melalui unit khusus yang menangani pembukaan maupun penutupan prodi berdasarkan kebutuhan dan relevansi.

Baca juga: BRIN: Rencana penutupan prodi harus disertai transformasi kurikulum

"Jadi ada pusat karir, kita juga punya direktur khusus yang menangani buka tutup prodi. Prodi yang tidak relevan itu sudah ada direkturnya khusus untuk menangani," ucapnya.

Selain itu, Unesa juga menyesuaikan kurikulum dengan perkembangan teknologi, termasuk memasukkan isu kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) ke berbagai program studi.

Menurut dia, langkah tersebut dilakukan agar lulusan memiliki kesiapan menghadapi perubahan dunia kerja yang semakin dinamis.

Pewarta: Willi Irawan
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.