Rupiah Melemah Enam Pekan Beruntun Akibat Penurunan Cadangan Devisa

Sedang Trending 59 menit yang lalu

Nilai tukar rupiah ditutup melemah 0,18% ke posisi Rp17.373 per dolar AS pada perdagangan Jumat (8/5/2026) sore. Penurunan ini menandai pelemahan mata uang Indonesia selama enam minggu berturut-turut di tengah menyusutnya cadangan devisa nasional.

Dilansir dari Bloomberg Technoz, Bank Indonesia mencatat posisi cadangan devisa pada April berada di angka US$146,2 miliar. Angka tersebut menunjukkan penurunan sebesar US$1,95 miliar dibandingkan periode sebelumnya dan menjadi level terendah sejak Juli 2024.

Penyusutan ini merupakan bagian dari tren penurunan sepanjang kuartal I tahun 2026 yang totalnya mencapai US$8,2 miliar. Tekanan terhadap mata uang domestik juga diperberat oleh kenaikan harga minyak mentah dunia yang kembali menembus angka US$100 per barel.

Kenaikan harga energi tersebut memicu kekhawatiran pelaku pasar terhadap kondisi fiskal negara. Pada saat yang sama, indeks dolar AS menunjukkan penguatan ke level 98,12, setelah sebelumnya sempat berada di posisi 98,02 pada hari kemarin.

Kondisi ini menyebabkan mayoritas mata uang di kawasan Asia bergerak di zona merah, dengan won Korea Selatan mencatatkan pelemahan terdalam. Rupiah menjadi satu-satunya mata uang di kawasan yang terus melemah sepanjang pekan ini akibat sentimen domestik dan eksternal.

Faktor internal seperti indeks manufaktur yang berada di zona kontraksi dan data ekspor yang menurun turut memperkeruh stabilitas devisa. Saat ini, ketahanan cadangan devisa Indonesia dinilai masih sangat bergantung pada aliran modal asing serta penerbitan utang luar negeri.

Data Bloomberg mencatat adanya arus modal keluar di mana investor melepas kepemilikan di pasar obligasi senilai US$11,5 juta per 6 Mei. Sementara itu, di pasar saham terjadi penjualan bersih oleh investor sebesar US$4,41 juta pada 7 Mei kemarin.