Kapal ekspedisi MV Hondius tertahan di perairan Praia, Cabo Verde, setelah otoritas kesehatan mendeteksi wabah hantavirus yang menyebabkan kematian tiga penumpang hingga Selasa (5/5). Kapal berbendera Belanda yang membawa 149 orang tersebut kini dilarang merapat guna mencegah penyebaran virus ke daratan Afrika Barat.
Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat tujuh kasus terkait virus ini, dengan rincian dua kasus terkonfirmasi laboratorium dan lima lainnya berstatus suspek. Krisis kesehatan ini bermula saat kapal dalam perjalanan dari Ushuaia, Argentina, menuju Antarktika sebelum dijadwalkan tiba di Cabo Verde pada 4 Mei 2026.
Kematian pertama menimpa seorang penumpang pria asal Belanda berusia 70 tahun pada 11 April di tengah laut, namun penyebab pastinya belum ditentukan saat itu. Jenazahnya baru diturunkan di Pulau Saint Helena pada 24 April bersama istrinya, yang kemudian meninggal dunia tiga hari setelah mendarat akibat infeksi hantavirus yang terkonfirmasi.
Kasus fatal ketiga menimpa seorang warga negara Jerman yang meninggal di atas kapal pada 2 Mei, sementara satu penumpang lain kini dalam kondisi kritis di unit perawatan intensif Johannesburg, Afrika Selatan. Para penumpang, yang mayoritas lansia dan membayar biaya perjalanan hingga 28.845 dolar AS, kini menjalani isolasi mandiri di dalam kamar masing-masing.
Kondisi di dalam kapal yang dibangun pada 2019 tersebut digambarkan penuh dengan ketidakpastian oleh salah satu penumpang yang berada di lokasi. Jake Rosemerin, seorang influencer asal Amerika Serikat, membagikan kesaksiannya mengenai situasi sulit yang dihadapi seluruh awak dan penumpang.
"Hay mucha incertidumbre y esa es la parte más difícil" ujar Jake Rosemerin, Penumpang dan Influencer.
Rosemerin sebelumnya mendokumentasikan aktivitas perjalanan selama 45 hari di atas kapal, mulai dari pengamatan penguin hingga permainan bingo di tengah laut. Melalui unggahan videonya, ia menegaskan prioritas utama para penumpang saat ini di tengah situasi karantina yang ketat.
"Todo lo que queremos en este momento es sentirnos seguros" tambah Jake Rosemerin, Penumpang dan Influencer.
Pemerintah Cabo Verde telah menawarkan opsi evakuasi udara bagi para penumpang menuju negara asal masing-masing pada Selasa ini. Sementara itu, WHO sedang berkoordinasi dengan Pemerintah Spanyol untuk kemungkinan pendaratan darurat di Kepulauan Canaria guna menangani para pasien setelah evaluasi data epidemiologi selesai dilakukan.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·