Pasar tenaga kerja Amerika Serikat menunjukkan ketahanan yang mengejutkan pada April 2026 di tengah ekspektasi perlambatan ekonomi global. Kondisi ini mencerminkan kemampuan sektor riil untuk bertahan meski menghadapi berbagai tekanan makroekonomi sepanjang tahun berjalan.
Biro Statistik Tenaga Kerja AS atau Bureau of Labor Statistics (BLS) mencatat penyerapan tenaga kerja di luar sektor pertanian atau nonfarm payroll bertambah sebanyak 115.000 pekerjaan secara musiman pada April. Informasi ini dilansir dari Money.
Angka pertumbuhan ini memang tercatat lebih rendah jika dibandingkan dengan tambahan 185.000 pekerjaan pada Maret sebelumnya. Namun, pencapaian tersebut secara signifikan melampaui proyeksi konsensus Dow Jones yang memperkirakan penambahan hanya sebesar 55.000 pekerjaan.
Sementara itu, tingkat pengangguran di Amerika Serikat dilaporkan tetap stabil pada level 4,3 persen. Data tersebut mengindikasikan pasar tenaga kerja mulai memasuki fase moderat, di mana penambahan lapangan kerja yang lebih kecil masih mampu menjaga stabilitas angka pengangguran.
Dari sisi penghasilan, rata-rata upah per jam mengalami kenaikan sebesar 0,2 persen secara bulanan dan 3,6 persen secara tahunan. Kenaikan ini terpantau lebih rendah dibandingkan ekspektasi pasar yang mematok angka 0,3 persen secara bulanan dan 3,8 persen secara tahunan.
Reaksi pasar segera terlihat setelah data ini dirilis, di mana kontrak berjangka pasar saham AS bergerak menguat. Di sisi lain, imbal hasil obligasi pemerintah AS atau Treasury justru mengalami penurunan.
Chief Investment Strategist Brown Brothers Harriman, Scott Clemons, menilai laporan ini merupakan bukti dari kekuatan fundamental ekonomi Amerika Serikat.
"Ini adalah bukti ketahanan mendasar ekonomi dan pasar tenaga kerja AS, meski di tengah berbagai kekhawatiran besar terkait Timur Tengah, pengangguran, inflasi, dan The Fed," ujar Clemons.
Meski demikian, Clemons mengingatkan bahwa data satu bulan belum bisa dijadikan acuan tren jangka panjang karena adanya volatilitas data tenaga kerja bulanan selama setahun terakhir.
"Selama setahun terakhir ada volatilitas data tenaga kerja dari bulan ke bulan. Saya rasa kondisi itu belum sepenuhnya hilang. Jika kita mendapatkan dua atau tiga bulan lagi dengan pertumbuhan pekerjaan yang solid, maka saya akan merasa lebih yakin," lanjut dia.
Sektor kesehatan kembali mendominasi penciptaan lapangan kerja dengan tambahan 37.000 posisi baru. Diikuti oleh sektor transportasi dan pergudangan yang menambah 30.000 pekerjaan, sektor ritel 22.000 pekerjaan, serta sektor bantuan sosial sebanyak 17.000 pekerjaan.
Sebaliknya, sektor layanan informasi mengalami kontraksi dengan kehilangan 13.000 pekerjaan. Penurunan ini merupakan bagian dari tren panjang sejak November 2022, di mana sektor tersebut telah kehilangan total 342.000 pekerjaan atau sekitar 11 persen akibat perkembangan kecerdasan buatan (AI).
Indikator Pengangguran Riil dan Partisipasi Kerja
Data menunjukkan adanya kenaikan pada ukuran pengangguran yang lebih luas, termasuk pekerja paruh waktu karena alasan ekonomi, menjadi 8,2 persen. Selain itu, tingkat partisipasi angkatan kerja menurun ke level 61,8 persen, angka terendah sejak Oktober 2021.
Jumlah pengangguran terselubung atau pekerja paruh waktu karena alasan ekonomi meningkat sebanyak 445.000 orang menjadi 4,9 juta orang. Hal ini menjadi salah satu indikator peningkatan real unemployment rate di Amerika Serikat.
Terkait revisi data sebelumnya, angka Maret mengalami revisi naik sebanyak 7.000 pekerjaan. Namun, data Februari direvisi turun signifikan menjadi kehilangan 156.000 pekerjaan dari laporan awal yang mencatat kehilangan 92.000 pekerjaan.
Senior Economist North America Allianz, Dan North, memberikan pandangan positif terhadap laporan bulan ini meski terdapat beberapa catatan pelemahan di sektor tertentu.
"Saya mencoba mencari titik lemahnya dalam laporan ini dan hasilnya cukup solid bulan ini," kata North.
Ia menambahkan bahwa secara keseluruhan angka tersebut menunjukkan pelemahan pasar tenaga kerja yang terjadi secara bertahap dan bukan merupakan sebuah keruntuhan mendadak.
Dampaknya Terhadap Kebijakan Federal Reserve
Laporan tenaga kerja ini muncul di saat Bank Sentral AS atau Federal Reserve (The Fed) berada dalam situasi sensitif terkait perbedaan pandangan kebijakan moneter. Para ekonom mulai menyoroti perlambatan perekrutan sebagai indikator utama pendinginan pasar.
Pekan lalu, The Fed memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan dengan hasil voting 8 banding 4. Perbedaan suara ini tercatat sebagai yang tertinggi sejak tahun 1992, menunjukkan adanya fragmentasi pandangan di antara para pejabat bank sentral.
Sebagian pejabat masih melihat adanya potensi kenaikan suku bunga, sementara yang lain mulai membuka peluang penurunan tergantung data ekonomi. Kompleksitas ini diperparah oleh situasi geopolitik di Iran dan kebijakan tarif perdagangan global.
Saat ini, The Fed juga tengah menunggu konfirmasi Senat AS untuk posisi ketua baru yang kemungkinan besar akan diisi oleh mantan Gubernur Kevin Warsh. Pasar memproyeksikan suku bunga AS akan bertahan tetap tinggi hingga akhir tahun 2026.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·