Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan meresmikan pembentukan Kampung Tangguh Anti Narkoba di lima wilayah strategis pada Kamis (16/4/2026) sebagai respons atas tingginya angka peredaran gelap narkotika. Langkah ini menjadi strategi penguatan masyarakat level bawah untuk membentengi wilayah pesisir dari penyelundupan internasional.
Sebagaimana dilansir dari Detikcom, insiden kericuhan terkait aspirasi narkoba di Panipahan, Kabupaten Rokan Hilir, menjadi pemicu utama evaluasi besar-besaran ini. Wilayah Riau yang berbatasan langsung dengan negara tetangga dinilai sangat rentan karena telah bergeser dari tempat transit menjadi pasar utama narkoba.
Data kepolisian menunjukkan adanya 3.827 kasus narkoba dengan total 3.417 tersangka yang berhasil diringkus sepanjang periode 2025 hingga April 2026. Kapolda menegaskan bahwa angka penegakan hukum yang tinggi tersebut bukan merupakan tolok ukur tunggal keberhasilan dalam memberantas peredaran barang haram tersebut.
"Kejadian Panipahan adalah wake up call bukan saja untuk Kapolsek, tapi untuk saya, Danrem, BNNP, Bea Cukai, hingga Pemda. Kami melakukan asesmen, ternyata di sana kurang sentuhan polisi dan pemerintah," kata Irjen Herry Heryawan, Kapolda Riau.
Sebagai tindakan internal yang tegas, Kapolda melakukan pembersihan di tubuh Polsek Panipahan dengan merotasi 28 personel kepolisian. Hanya petugas yang terbukti tidak terlibat atau tidak "main mata" dengan jaringan narkoba yang dipertahankan untuk bertugas di wilayah tersebut.
Sebelum mulai bertugas, seluruh personel baru diwajibkan menjalani tes urine secara transparan di hadapan masyarakat setempat. Hal ini dilakukan untuk mengembalikan kepercayaan publik serta memastikan integritas aparat dalam menjaga wilayah perbatasan.
Lima titik Kampung Tangguh Anti Narkoba yang dikukuhkan meliputi Panipahan di Rokan Hilir, Kampung Dalam di Pekanbaru, serta Desa Empang Pandan di Siak. Selain itu, program ini juga menyasar Kelurahan Laksamana di Dumai dan Desa Jangkang di Kabupaten Bengkalis.
Asesmen pasca-konflik di Panipahan mengungkap fakta sosial yang mengkhawatirkan mengenai kehancuran keluarga akibat narkoba. Salah satu temuan menonjol adalah adanya mitos di kalangan nelayan setempat yang mengonsumsi narkoba dengan harapan dapat meningkatkan stamina saat melaut.
3 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·