Administrasi Regulasi Keuangan Nasional (NFRA) China menginstruksikan bank-bank terbesar di negaranya untuk menghentikan sementara pemberian pinjaman baru kepada lima perusahaan kilang minyak yang baru saja dijatuhi sanksi oleh Amerika Serikat (AS). Arahan lisan yang dilaporkan muncul menjelang 1 Mei 2026 ini berkaitan dengan tuduhan keterlibatan perusahaan tersebut dalam perdagangan minyak Iran.
Langkah ini diambil setelah regulator meminta pihak perbankan untuk melakukan peninjauan mendalam terhadap eksposur dan hubungan bisnis mereka dengan entitas yang masuk daftar hitam, sebagaimana dilansir dari Bloombergtechnoz pada Kamis (7/5/2026). Salah satu perusahaan utama yang terdampak adalah Hengli Petrochemical (Dalian) Refinery Co, yang merupakan salah satu kilang swasta terbesar di China.
Bank-bank diinstruksikan untuk tidak memperpanjang kredit baru dalam mata uang yuan sambil menunggu arahan lebih lanjut dari pemerintah pusat. Meskipun demikian, pihak regulator meminta perbankan untuk tidak menarik pinjaman yang saat ini sudah berjalan guna menjaga stabilitas operasional perusahaan terkait.
Kebijakan ini muncul di tengah ketegangan antara instruksi NFRA dengan pemberitahuan Kementerian Perdagangan China pada 2 Mei 2026 yang justru meminta perusahaan domestik mengabaikan sanksi AS. Perbedaan sikap ini mencerminkan dilema Beijing dalam menjaga posisi politik di hadapan pemerintahan Donald Trump sekaligus melindungi akses perbankan negara ke sistem kliring dolar AS.
Washington melalui Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, memberikan peringatan keras mengenai risiko sanksi sekunder bagi lembaga keuangan yang terbukti mendukung kilang pembeli minyak Iran. Pihak Departemen Keuangan AS bahkan telah mengirimkan surat peringatan resmi kepada dua bank asal China terkait risiko hukum tersebut.
Data pinjaman menunjukkan bahwa empat bank terbesar, termasuk Industrial & Commercial Bank of China Ltd (ICBC) dan Bank of China Ltd, tercatat memiliki sejarah pemberian kredit kepada Hengli. Hingga saat ini, pihak NFRA, bank-bank besar yang terlibat, maupun manajemen Hengli Petrochemical belum memberikan komentar resmi terkait instruksi penghentian kredit tersebut.
Ketegangan regulasi ini terjadi hanya beberapa pekan sebelum rencana pertemuan tingkat tinggi antara Presiden Donald Trump dan Presiden Xi Jinping yang dijadwalkan berlangsung di Beijing pada 14–15 Mei mendatang. Pemerintah China sebelumnya sering menggunakan Bank of Kunlun Co untuk mengalihkan transaksi terkait Iran guna melindungi bank-bank sistemik lainnya dari dampak sanksi internasional.
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·