Rusia Gempur Ukraina dengan 703 Drone dan Rudal 14 Orang Tewas

Sedang Trending 3 hari yang lalu

Rentetan serangan drone dan rudal yang diluncurkan pasukan Rusia ke berbagai wilayah Ukraina pada Kamis (16/4/2026) mengakibatkan sedikitnya 14 orang tewas dalam kurun waktu 24 jam terakhir. Angkatan Udara Kyiv melaporkan Moskow mengerahkan total 703 alutsista udara dalam operasi militer tersebut.

Dilansir dari Detikcom, laporan militer Ukraina merinci bahwa serangan semalam terdiri dari 659 drone dan 44 rudal. Dari jumlah tersebut, unit pertahanan udara Ukraina mengklaim telah berhasil menjatuhkan 636 drone serta 31 rudal sebelum mencapai target utama.

Kota pelabuhan Odesa menjadi salah satu lokasi dengan dampak terparah setelah serangan rudal menewaskan tujuh orang. Wali Kota Odesa, Sergiy Lysak, mengonfirmasi jumlah korban tersebut menyusul hantaman yang merusak infrastruktur di wilayah pesisir tersebut.

Di ibu kota Kyiv, Wali Kota Vitali Klitschko melaporkan sedikitnya empat orang meninggal dunia, termasuk seorang anak laki-laki berusia 12 tahun. Serangan drone dilaporkan menghantam langsung sebuah blok apartemen 18 lantai di distrik Podilsky yang memicu kebakaran hebat.

Layanan Darurat Negara Ukraina mencatat ledakan di Kyiv juga menghancurkan jendela gedung-gedung di sekitarnya serta merusak fasad sejumlah hotel. Sedikitnya 45 orang, termasuk petugas medis yang sedang bertugas, mengalami luka-luka akibat runtuhnya bangunan dan serpihan ledakan.

Kepala administrasi regional Dnipropetrovsk, Oleksandr Ganzha, menambahkan bahwa tiga warga lainnya tewas di wilayahnya akibat serangan serupa. Eskalasi ini terjadi tepat setelah berakhirnya gencatan senjata Paskah Ortodoks selama 32 jam yang sebelumnya diwarnai tuduhan pelanggaran.

Sementara itu, pihak Rusia melaporkan jatuhnya korban jiwa di wilayah Krasnodar Krai akibat serangan balasan dari Ukraina. Gubernur Veniamin Kondratyev menyatakan dua anak berusia 5 dan 14 tahun tewas setelah drone menghantam sebuah bangunan permukiman di wilayah Tuapse.

"Serangan drone teroris terhadap bangunan permukiman di Tuapse telah merenggut nyawa dua anak di bawah umur berusia 5 tahun dan 14 tahun," ujar Veniamin Kondratyev, Gubernur Krasnodar Krai.

Hingga saat ini, tim penyelamat di Kyiv masih terus melakukan evakuasi di reruntuhan gedung permukiman yang ambruk. Pertukaran serangan udara antara kedua negara terus meningkat meski konflik telah memasuki tahun keempat.