Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menegaskan Indonesia tidak cukup hanya memperluas infrastruktur, tetapi membutuhkan transformasi digital yang menghasilkan solusi nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, arah transformasi digital Indonesia harus bergerak dari sekadar pembangunan konektivitas menuju pemanfaatan teknologi yang memberi dampak langsung.
“Indonesia telah mencapai kemajuan yang patut dipuji dalam memperluas cakupan infrastruktur digitalnya. Negara kita telah menyaksikan peningkatan signifikan dalam penggunaan internet, mencapai 80 persen dari populasi pada tahun 2025, naik dari 54 persen pada tahun 2020,” ujarnya dalam peresmian Pusat Inovasi Bersama ZTE-XLSMART di Jakarta Selatan, Kamis.
Baca juga: Nezar tekankan talenta digital harus pahami interaksi AI secara tepat
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa kesenjangan akses dan kualitas layanan masih menjadi tantangan besar yang harus segera dijawab.
Nezar mencontohkan, hanya separuh desa di Indonesia yang dilengkapi dengan titik distribusi fiber optik dan hanya sejumlah kecil sekolah di daerah terpencil yang mendapat manfaat dari koneksi internet berkecepatan tinggi. Menurutnya, kondisi tersebut menuntut langkah yang lebih cepat dan terarah.
“Kesenjangan ini menggarisbawahi pentingnya lompatan strategis dalam konektivitas digital,” tegasnya.
Baca juga: Wamenkomdigi kemukakan pemanfaatan AI untuk pengembangan pertanian
Nezar menekankan bahwa konektivitas bukan tujuan akhir dari transformasi digital, tetapi fondasi untuk mendorong inovasi yang relevan.
Ia menjelaskan pusat inovasi menjadi ruang penting untuk mengembangkan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan Indonesia.
“Pusat inovasi ini akan berfungsi sebagai wadah bagi ide-ide baru. Sebuah laboratorium tempat teknologi mutakhir seperti AI, 5G, dan solusi digital canggih lainnya akan dieksplorasi, dikembangkan, dan disesuaikan dengan kebutuhan unik Indonesia,” katanya.
Baca juga: Pemerintah fokus upayakan pasar digital lebih adil untuk dukung UMKM
Lebih lanjut, Nezar menegaskan bahwa keberhasilan transformasi digital tidak diukur dari teknologi itu sendiri, tetapi dari dampaknya bagi masyarakat.
“Meskipun kemajuan teknologi penting, ukuran keberhasilan kita yang sebenarnya terletak pada kemampuan kita untuk memanfaatkan inovasi ini untuk meningkatkan kehidupan masyarakat kita,” tegasnya.
Ia mencontohkan berbagai solusi yang dapat dihasilkan untuk menjawab kebutuhan nasional.
Baca juga: Wamenkomdigi tekankan kendali manusia sebagai standar tata kelola AI
Salah satunya pusat inovasi yang menyediakan platform untuk mengembangkan solusi dalam mengatasi tantangan-tantangan penting seperti meningkatkan literasi digital di daerah terpencil, mengoptimalkan logistik untuk kepulauan Indonesia yang luas, atau mengembangkan solusi cerdas untuk pusat-pusat perkotaan yang terus berkembang.
Nezar menekankan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci untuk memastikan teknologi benar-benar memberi manfaat bagi seluruh masyarakat.
“Saya yakin bahwa pusat inovasi ini tidak hanya akan mempercepat kemajuan teknologi, tetapi juga menginspirasi kolaborasi lebih lanjut dalam ekosistem digital, baik dari pemerintah, pelaku industri, akademisi, dan masyarakat luas,” tandasnya.
Baca juga: Indonesia gandeng Inggris buka jalan startup lokal ke pasar global
Pewarta: Farhan Arda Nugraha
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·